My Trip My Adventure Episode 3 Bagian 7



Kemudian kami memasuki daerah Ranto. Melewati rumah makan Marni kami melihat si Jetbus Elektrik milik Medan Jaya. Dan kami melewatinya. Bus kami berhenti sebentar untuk menurunkan barang. Dan kemudian bus berjalan lagi. Dan mulai beraksi lagi. Saya akui kalau memang naik Scania ini tidak terasa guncangan di dalam. Tetap stabil walau kencang dan tekongan. Sepertinya sudah saatnya bang Putra untuk tidur. Dia mulai lelah. Mungkin karena perjalanan dari Palembang dia tidak tidur. Jadi kali ini dia benar-benar harus istirahat sejenak. Saya juga kembali tidur, karena sudah ngantuk kembali, tapi tiba-tiba kaki saya kram. Sepertinya selama saya touring baru ini mengalami kaki kram. Akhirnya saya berdiri sebentar lalu duduk untuk menghilangkan rasa sakit itu. Sepanjang jalan saya lihat bang Putra gelisah karena kedinginan. Saya juga tutup AC yang tepat diatas saya, tapi masih tetap dingin juga. Sayang jaket bang Putra ketinggalan di Palembang. Selimut di bus ini juga tidak tebal. Akhirnya bang putra mengambil ranselnya untuk dipeluk dan kembali menyelimutkan dirinya.
Saya lanjut tidur dan bangun lagi saat langit sudah terang. Dan inilah perjalanan yang buat pinggang saya sakit. Melihat bang Putra masih nyenyak tidur, saya pun selfie lagi. Karena antusias pengen ikut kontes dari IG Karoseri Rahayu Sentosa itu.


Sudah sampai di daerah Sergai, dan saya melihat RCT Naruto di depan, jalanan sudah mulai ramai juga. Tapi sepertinya tidak sulit bagi si Bracha ini melewatinya, padahal RCT tersebut berangkat lebih dulu daripada bus kami ini. Tapi bisa juga bus kami melewatinya.
Dan memasuki daerah Pasar Bengkel, kami di hadapkan dengan macat lagi, karena pengecoran jalan. Untung bus yang kami naikki berAC, kalau tidak gak tau deh gimana panasnya. Perlahan tapi pasti bus kami melewati macat tersebut dan terus melaju dan sampai di daerah Tanjung Morawa baru bang Putra bangun.
“dimana ini Yu, Tanjung Morawa ya”
“ya bang, udah mau sampai batas kota pun”
Bus jalan lagi, sampai di Pom Bensin sebelum Fly Over Amplas, bus kami minum dulu. Dan saya pun turun untuk memoto.
“Yu, foto la. Lagi berhenti ini. Pas ini Yu”
“abang aja la”
“kau la, malas aku turun”
“ya udah, geser abang dulu, biar Ayu turun”

Setelah itu saya naik lagi, dan ngobrol lagi dengan bang Putra.
“jadi kapan kita touring lagi?” kata saya
“nanti dulu la Yu, tunggu lihat sikon gimana”
“bulan depan gimana bang?”
“lihat nanti la gimana”
“Aceh kita ya bang”
“Lokhsumawe kita?”
“boleh. Naik Megatrend Kurnia tapi ya” kata saya
“ya, bisa diatur nanti itu”
Melamun sebentar saya dan sambil berfikir. Dari Pekanbaru full minyak dan baru isi lagi ketika sampai di Medan. Benar-benar irit di minyak Scania ini. Kalau Mercedez Benz isi full dari awal tujuan nanti di Kota Pinang isi lagi. Sungguh jauh perbedaannya. Kemudian bus berjalan lagi, melewati Fly Over, dan sampai la di Medan.
“sampai kita di Medan” kata bang Putra sambil memegang kepala saya dan mengelusnya
“iiii abang ini la” kata saya
Mugkin kalau orang melihat tingkah kami ini aneh la, entah apa saja pula yang kami kerjakan di dalam bus ini. Yang cerita sepanjang perjalanan dan ada saja kejadian lucu saat perjalanan. Finish di Medan. Saat turun saya mencari becak untuk bang Putra. Karena bawaannya banyak. Setelah dapat saya membantu bang Putra mengangkat barangnya juga ke becak.
Bang Putra pamit lebih dahulu dari saya.
“Yu, aku duluan”
“ya bang, hati-hati”
“bang, bus ini ke Brandan atau gak? Kata saya ke Supir 1 nya
“ya. Kenapa?”
“ikut sampai Titi Kuning aja bang”
“kenapa gak naik becak. Macat itu daerah sana, lama nanti”
“gak masalah bang, awak turun di KFC Tikun aja. Ada adik yang jemput”
“ooo, ayoklah”
Dan bus meninggalkan Loket dan berjalan menuju Brandan, saya kemudian bercerita lagi dengan Kru bus tersebut, tak terasa saya sudah dekat ke tujuan. Dan sampai.
“terima kasih ya bang”
“yok, sama-sama”
Dan itulah akhir My Trip My Adventure saya kali ini. Dan see you next time di touring selanjutnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar