My Trip My Adventure Episode 3 Bagian 1



Kali ini saya akan kembali menceritakan pengalaman touring saya. Touring kali ini memang sudah direncanakan dan saya berencana kembali touring ke Pekanbaru karena ingin mencoba sensasi naik Medan Jaya body Setra SHD mesin Scania K360. Dan pulangnya saya akan dengan bang Junior Putra yang kebetulan pulang dari Palembang ke Medan dan akan turun di Pekanbaru. Dan ini cerita saya.
“Aku hari senin aku pulang dari Palembang, kau jadi mau touring?” kata bang Putra di telepon
Waktu itu hari jum’at 7 Oktober 2016 siang. Bang Putra menelpon ku dan menanyakan tentang aku jadi touring gak ke Pekanbaru.
“ya pasti aku touring. Hmm senin pula itu ya”
“kalau kau mau ayok. Biar aku turun di Pekanbaru”
“tapi bukannya bawaan abang banyak ya?”
“ya, tapi masalah barang nanti ajalah itu”
“hmmm, bentar ya. Senin Ayu ngawas TO itu, selasa juga” sambil berfikir siapa yang bisa menggantikan untuk ngawas hari selasa dan akhirnya dapat juga
“kalau kau mau touring beli tiket sekarang, biar dapat hot seat”
“hmmm, bisa la itu ayu touring. Kalau tiket gak bisa beli sekarang. Besok paling”
“kalau itu terserah kau la. Mau naik apa rencana dari Medan?”
“rencana sich mau nyoba si MJ Scania itu bang. Penasaran soalnya”
“mau naik siapa kau? Si Gedok?”
“gak tau bang. Cuma katanya pincang satu. Ayu tanya la dulu siapa yang berangkat hari ini. Tapi nanti kalau di tanya sama orang loket gak tau pula mereka bang?”
“orang loket itu jujur Yu, kau tanya aja siapa yang berangkat pasti di jawab mereka. Kau tanya aja la sama mereka pasti mereka jawab jujur itu”
“ya udah ntar Ayu tanya”
“ya udah kau tanya la itu. Terus pulangnya mau naik apa?”
“terserah abang aja”
“kok terserah aku, kau yang touring, kalau aku kan pulang”
“tapi abang bilang naik P3 itu. Mau nyoba yg kencang itu” (P3=Putra Pelangi Perkasa)
“ya sudah, kau pesan la itu. Kau telpon orang loketnya”
“gak pesan sama anak BR aja bang. Sama bang Jeff”
“terserah kau la. Yang penting kau pesan itu. Aku mau packing dulu ya”
“ya udah, ntar Ayu WA bang Jeff.”
“ya udah, ok ya Yu ntar aku hubungin lagi”
“ok bang” dan telpon pun ditutup
Kemudian aku berfikir sama siapa mau ditanya keberangkatan bus Medan Jaya trip Pekanbaru hari ini. Sambil buka BBM lihat recent update dari sahabat ku Restu yang kebetulan sedang dalam bus Medan Jaya mau pulang ke Ub. Rokan dan saya langsung menelpon dia.
“halo” kata Restu di ujung telpon
“halo pra, lagi dimana?”
“ini lagi di jalan mau pulkam dulu. Kenapa?”
“cak tanya dulu sama kru MJ disitu. Malam ini Scania jalan atau gak ke pku” agak-agak logat sedikit
“ok bentar ya” kata Restu “bang, Scania jalan malam ini?” 
“jalan” kata kru MJ
“jalan katanya sist. Kenapa sist?”
“ohh gak apa-apa. Rencana mau touring ke pku hari senin. Mau naik Scania itu. Tapi gak dapat kayaknya”
“seeh touring. Banyak duit itu”
“gak juga, kan memang kemarin aku dah bilang sama ente kalau mau touring ke pku”
“ya juga ya. Hahahaha”
“oh ya pra. Titip salam sama bos cewek ya nanti”
“ok siip, nanti ku sampaikan”
“ya udah, hati-hati dijalan pra”
“ok sist”
“ok pra. Udah dulu ya”
“ok” dan telpon pun berakhir

“udah kau pesan tiket kita pulang?” kata bang Putra dari chat bbm
“belum bang. Ini mau Ayu tanya bang Jeff dulu”
“okelah. Kabari nanti ya”
“ok bang”
Kemudian saya chat bang Jeff via WA
“Bang lagi di mana?”
“diluar Yu. Kenapa?”
“bisa minta tolong bang?”
“apa itu?”
“tolong pesankan tiket P3 untuk hari selasa 2 orang ya bang dari Pku ke Medan”
“untuk siapa Yu?”
“untuk Ayu sama kawan bang”
“kawan mana?”
“ada la bang”
“begh, sama siapa Yu”
“untuk Ayu sama Jupe bang”
“oo. Tapi abang belum sempat la Yu. Tapi nanti abang usahakan ya”
“kalau abang gak bisa, anak BR yang lain bisa gak minta tolong pesankan”
“mereka jarang pegang uang lebih Yu. Ya udah, nanti sore abang ke sana la. Abang pesankan”
“ok bang, kalau bisa hot seat ya bang. 2 tiket bang”
“oke Yu”
“maksih sebelumnya bang”
“ya sama-sama Yu”
Malamnya bang Putra kembali menghubungi saya
“dimana kau?”
“rumah bang. Kenapa?”
“gak apa-apa”
“curiga aku. Kenapa bang”
“gak ada lo. Eh Yu itu seat kita no 7-8, gak apa-apa kan?”
“gak masalah itu bang. Kan abang yang pengen merasakan naik P3 itu”
“bah, kok aku pula. Aku udah pernah naik itu. Cuma penasaran”
“penasaran sama cerita katanya ada yang joss kan”
“nah itu tau. Kau yang touring kalau aku pulang”
“hahahaha… ya pula ya.”
“itu udah di panjar 100 Yu”
“ok bang”
“ya udah besok ku kabarin lagi ya”
“oke bang”
Dan tepat hari sabtu, pulang kerja langsung ke loket Medan Jaya untuk mastikan keberangkatan hari senin.
“kak, mau tanya untuk keberangkatan hari senin ke pku”
“berapa orang kak?”
“satu kak, kalau mau tanya dulu boleh kan?”
“oh boleh kok”
“yang hari ini berangkat apa kak?”
“yang hari ini, elektrik yang Jetbus”
“ooo, Jetbus ya. Yang Scania gak jalan ya kak?”
“jalan, tapi Cuma satu. Tadi malam berangkat”
“pengennya sich nyoba Scania itu”
“kalau berangkat senin gak dapat, selasa baru dapat si Scania”
“berapa ongkos kak?”
“kalau naik Jetbus itu 235rb dan kalau Scania itu 250rb. Jadi gimana?”
“waduh galau saya kak, hahahahaha. Bentar ya kak. Saya mau hubungi kawan dulu, nanti ke sini lagi”
Kemudian saya berjalan ke parkiran. Baru duduk dikereta udah dijahilin sama korlap Medan Jaya
“pulang dia semalam”
“hahahahahaha, udah tau wak, kan kami telponan”
“udah apalagi”
“apalagi apanya wak, kami kan berkawan. Wak ini macam baru kenal kita ya”
“hahahahahaha. Ngapain kau?”
“mau tanya harga tiket wak”
“oo, ya udah ke sana dulu aku ya”
“ya wak”
Saya pun langsung menelpon bang Putra. Ada beberapa kali saya hubungi baru bang Putra mengangkat telponnya.
“halo bang, lagi dimana?”
“lagi diluar Yu, makan. Kenapa?”
“galau aku bang. Elektrik Jetbus yang berangkat. Belum ku beli la tiketnya”
“ya udah terserah kau gimana. Nanti ku hubungi ya. Lagi diluar aku”
“okelah bang”
“ya udah ya”
“yok”
Karena benar-benar galau mau naik apa ke Pekanbaru saya pun menghubungi bang Jeff. Mau chat via WA rasanya akan memakan waktu lama dibalas. Akhirnya saya menelpon saja.
“halo bang, ayu mau minta saran ini bang”
“apa itu Yu”
“ini bang, kan Ayu rencana mau naik MJ Scania ini ke Pekanbaru. Tapi gak berangkat pula dimana pas tanggal keberangkatan Ayu. Pincang satu, yang berangkat Jetbus elektrik”
“ya udah naik itu aja Yu”
“tapi Ayu mau coba yang Scania itu bang. Kalau Jetbus biasa masuk jam berapa di Pku bang?”
Kalau MJ biasanya sich paling lama jam 9 gitu”
“kalau Makmur?”
“kalau Makmur, Rapi, RCT biasa masuk jam 10 paling cepat itu Yu”
“galau Ayu bang. Hahahaha”
“kalau gak naik Rapi Yu. Kan ada scanianya”
“kalau Bracha gak tentu bang. Mereka kan lebih banyak rolling”
“ya sich yu”
“kalau yang cepat apa bang”
“RCT juga cepat itu yu”
“malas kali kalau naik RCT ini bang”
“naik Makmur aja kalau gak, Super Vip nya itu. Nyaman juga itu. Sampai samanya jam 10. Kalau gak Halmahera yang SE 2-1. Ayu la yang mana”
“wah galau la galau. Oke bang, Ayu coba ke Makmur dulu deh. Oke ya bang makasih infonya”
“ya Yu, sama-sama”
Sungguh galau saya. Akhirnya saya memutuskan untuk ke Loket Makmur. Melihat dan memutuskan armada apa yang akan saya naikki untuk touring kali ini.
“bang, mau pesan tiket Makmur ke Pekanbaru yang Super Vip la”
“Super Vip gak jalan. Lagi rusak”
“kalau SE 2-1” kemudian si penjaga loket memberikan buku untuk melihat mau bangku mana. Dan memang mungkin rezeki saya. Dapat hot seat di CC1.
“yang CC1 la bang, satu”
“atas nama siapa?”
“Ayu bang”
“250 kan ongkosnya bang”
“275”
“oke bang” dan yah akhirnya saya pun kembali naik PO ini. Kalau yang lalu kelas Ekonomi Toilet dan kali ini kelas Super Eksekutif”
Tidak berapa lama saya memposting tiket tersebut ke sosial media, tiba-tiba bang Putra menghubungi saya.
“Yu, lagi di mana?”
“rumah bang”
“cepat kali kau ambil keputusan itu. Ngapain kau naik itu”
“nunggu abang tapi abang masih diluar”
“kan bisa kau naik yang lain selain itu. Naik yang mana kau?”
“SE 2-1 bang”
“Halmahera berarti itu”
“ntah, mungkin la bang”
“ya la, SE kan cuma Halmahera. Kenapa gak naik yang lain Yu. Nyesal kau nanti”
“kenapa rupanya bang”
“gak enak Yu, lambat kali. Duduk no berapa kau?”
“CC1 bang”
“ooo. Tukar aja tiket mu itu”
“emang berapa persen itu dipotong?”
“kurang tau itu aku Yu”
“tapi Ayu baca tadi tiket yang sudah dibeli apabila batal maka hangus bang”
“lha gitu ya, ya kau la itu Yu”
“ya udah Ayu coba hubungi MTG dulu la”
“okelah, aku packing dulu ya, nanti aku hubungi lagi kau”
“ok bang”
Kemudian saya menghubungi MTG
“Poster om?”
“Warjan. Kenapa om”
“mau tanya boleh om?”
“ha, apa itu om”
“om, kalau batalkan tiket biasa kena potongan berapa di MH om?”
“wah, kalau itu kurang tau om”
“tapi om kan disitu”
“kurang tau om, coba la om hubungi orang loket kan ada di tiketnya”
“kalau om aja yang batalkan gak bisa ya om?”
“mana tiketnya om?”
“ada sama Ayu om”
“kalau gak ada tiket mana bisa batalkan. Emang siapa yang berangkat rupanya?”
“Ayu om. Kalau om bisa batalkan biar Ayu ke warjan”
“gak bisa om. Malas berhubungan sama orang loket ini. Coba hubungi si Haris. Di HO dia itu mau ke loket. Mana tau bisa”
“oke om. Makasih infonya ya om”
“yok”
Kemudian saya menghubungi Haris dan menanyakan keberadaannya
“dimana Ncek?” kata saya kepada Haris
“di jalan mbak mau ke loket. Kenapa mbak?”
“mau batalkan tiket mbak. Kira-kira bisa gak itu ya?”
“gak bisa mbak”
“berarti hangus ya”
“ya mbak. Batal tiket ya hangus uang. Kenapa mbak?”
“mbak mau batalkan tiket. Kalau tau hangus ya gak jadi la. Sayang la”
“tiket siapa rupanya?”
“tiket mbak. Mbak mau ke pku hari senin”
“ooo. Payah mbak. Gak bisa ditukar”
“okelah ncek. Thanks yo”
“oke mbak” dan telpon pun terputus
Kalau difikir-fikir mau dibatalkan sayang juga. Karena tiketnya sudah lunas pula. Ya tapi tidak masalah. Sesekali mencoba naik SE dulu, sebelum berganti bus untuk SE kepunyaan MH ini. .Malamnya bang Putra menghubungi saya disaat saya sudah tidur. Saya mengangkat teleponnya
“udah tidur kau Yu?”
“udah bang. Kenapa bang?”
“jadinya kau mau touring itu?”
“jadi bang. Tapi udah Ayu beli tiketnya”
“ooo ya sudahlah. Lanjut la tidur, besok ku hubungi kau lagi”
“ya bang” dan telpon pun berakhir
Besoknya bang Putra menghubungi ku. Tapi sepertinya tidak seperti biasanya
“dimana kau Yu?”
“Rumah bang. Kenapa bang?”
“kayaknya aku gak jadi pulang sama kau. Mama sakit pula ini”
“lha, sakit apa si mama bang?”
“belum tau pasti Yu, tapi kata kakak ku gak apa-apa. Aku gak yakin”
“berarti abang naik pesawat la. Terus barang-barang abang itu gimana?”
“nah itu yang aku masih bingung. Mungkin ku paketkan aja ke bis”
“udah pesan tiket abang rupanya?”
“belum Yu. Ini masih bingung aku”
“oalah, ya udah semoga si mama gak apa-apa bang. Jangan diburu-buru”
“ya Yu. Okelah nanti ku hubungi lagi kau ya”
“ok bang”
Ya sepertinya bakal touring sendirian lagi kali ini. Hmm ya sudahlah, kalau touring sendiri berarti aku akan memilih armada lain selain P3. Tidak berapa lama bang Putra menghubungi ku lagi
“Yu, ada nomor Rezki ga?”
“ada bang. Buat apa bang?”
“mau nanya bis ALS nopin 36 yang trip cikampek. Rencana aku mau nitip barang aja ke situ”
“ooo ada bang. Ntar Ayu kirim. Jadi abang pulang hari ini?”
“belum tau Yu”
“tiket udah dipesan?”
“belum Yu”
“keadaan mama gimana bang?”
“kalau kata kakak ku gak apa-apa. Cuma aku gak yakin Yu”
“Ya sich. Galau gara-gara si mama sakit”
“ya Yu. Ya udah ntar ku hubungi kau lagi ya”
“ok bang”
Kemudian bang Jeff  juga menghubungi saya
“Halo Yu, lagi di mana?”
“di rumah bang. Kenapa bang?”
“Ayu ke pku naik apa jadinya?”
“SE bang”
“Halmahera ya”
“ya bang. Kenapa bang?”
“berapa tiketnya Yu?”
“275 bang”
“kok gak naik O500R aja?”
“gak jalan bang. Kata orang loket rusak satu yang O500R”
“ah masa. Ini apa yang di pku”
“kata orang loket gitu bang. Coba aja abang tanya sama orang loket”
“masalahnya ini ada O500R. Scania MJ pincang satu ya”
“ya bang. Hari ini Scania yang berangkat. Dari pku yang Jetbusnya. kenapa bang?”
“rencana kalau ada scania mau coba scania ke medan”
“ciee mau touring dia”
“pengen coba aja Yu. Ayu duduk di seat berapa naik SE?”
“CC1 bang”
“bisa bookingkan dulu tiket abang Yu”
“oalah Ayu gak ke daerah marendal bang. Kalau gak via telpon aja bang”
“ada nomornya”
“ada bang”
“kirimkan dulu ya Yu”
“ok bang. Ayu kirim via WA”
Kemudian bang jeff kembali menghubungi saya
“gak diangkat Yu”
“kalau gak Ayu kasih nomor hp aja ya bang. Ayu copy dulu dari file MB”
“boleh Yu. Nanti kirimkan ya Yu”
“oke bang”
Kemudian saya mengimkan nomor hp loket MH. Dan saya kembali bertanya kepada bang Jeff melalui chat via WA
“gimana bang? Udah bisa dihubungi?”
“udah Yu. Udah abang booking”
“oo mantap. Seat berapa bang?”
“seat 1 Yu, tapi abang gak janji juga ya Yu”
“ya gak apa-apa bang. Aman itu”
Kalau bang Jeff jadi ke Medan berarti touring nanti saya bakal ada teman. Jadi gak bakal bosan di perjalanan. Hahahahaha. Di hari yang sama menjelang malam bang Putra mengabari kalau hari Senin dia akan berangkat dari Palembang menuju Pekanbaru.
“Yu, aku Senin berangkat ya ke pku”
“jadi gimana kondisi si mama bang?”
“kata kakak udah gak apa-apa”
“oh syukurlah”
“ok nanti ku kabarin lagi kau ya”
“ok bang”
Dan mungkin memang dewi fortuna berpihak kepada saya. Bang Jeff berangkat juga dari pku ke Medan.
“Yu, fiks ya”
“jadi abang ke Medan”
“ya Yu, ada Bracha abang lihat ini”
“onde, mantap. Naik mbak nia”
“hehehehehe. Karena penasaran Yu”
“okelah bang. Kabar-kabarin aja ya”
“seep”
Alhamdulillah rezeki gak disangka-sangka. Tadinya sudah pasrah kalau bakal touring pp ke Pekanbaru sendirian. Tapi ternyata ada rezeki lain. Untuk keberangkatan saya akan bersama bang Jeff naik bus Halmahera SE 2-1, dan pulang ke Medan akan bersama bang Putra. Rezeki tak terduga-duga.
Tepat hari H, time is touring. Paginya saya membaca recent update bbm kalau bang Jeff sudah sampai di Medan.
“lagi dimana bang?”
“Mabes Yu”
“ok bang. Ntar Ayu ke Mabes. Jumpa di sana kita”
“ok Yu”
Kalau orang mau berangkat mungkin pada heboh. Nah kalau saya yang namanya touring pp ya seadanya saja la. Yang penting camera stand by di tas. Karena akan selalu ada sesi dokumen selama perjalanan.
Sorenya saya menghubungi bang Jeff untuk menanyakan di mana posisinya
“halo bang, lagi dimana?
“lagi di belawan yu, sama bang Suhardi”
“oo, oke bang. Ketemu di warjan aja kita ya”
“eh Yu. Tolong bayarkan tiket abang dulu. Nanti uangnya abang ganti”
“oo ke bang.
“karena nanti batasnya jam 6 Yu”
“oke bang. Aman itu. Ntar Ayu bayarkan”
“oke Yu” dan telepon pun berakhir
Sore hari saya pun segera berangkat ke warjan diantar oleh adik saya. Sampai di sana saya langsung saja ke loket Makmur untuk membayar tiket bang Jeff.
“bang, mau bayar bookingan tiket SE”
“atas nama siapa? Kata penjaga loket
“atas nama Jefri bangku nomor 1”
“oh ini ada. 275”
Kemudian saya memberikan uangnya dan tiket bang Jeff sudah di tangan juga. Dan selanjutnya saya ke warjan sebentar. Lama menunggu akhirnya saya kembali menanyakan di mana keberadaan bang Jeff
“poster bang?”
“mabes Yu. Abang mau mandi dulu. Ayu ke sini aja”
“oke, Ayu cuss ke mabes”
Kemudian saya pun berjalan menuju Loket Barumun yang tidak jauh dari warjan. Sampai di sana saya bertemu tulang Suhardi di kantin loket
“yah, ikut kau ke pekanbaru?”
“ikut lang. sebenarnya Ayu udah duluan beli tiket”
“masih mandi dia”
“ya lang tau Ayu. Lang atm sumut terdekat dimana di sini?”
“itu di dekat garu 3”
“oo ya.. pinjam dulu kereta lang”
“ini. Kereta di sana ya. Helm di ekspedisi”
“oke lang” dan kemudian saya keluar sebentar untuk mengambil uang di atm. Rasanya kalau touring tidak pegang uang cash tidak enak. Sampai di atm malah atmnya bermasalah. Jadi terpaksa harus kea tm yang di tritura. Kebayangkan gimana tourpendnya ini, mau tarik uang saja banyak kali cobaannya. Tapi kesabaran berbuah hasil yang baik. Akhirnya bisa juga menarik uang di atm itu. Kembali lagi ke mabes sudah pukul 17.30 wib dan langsung mata tertuju ke sate langganan yang ada di depan loket.
“Yu, atm mandiri terdekat di mana? Kata bang Jeff
“ada bang di simpang dekat loket PMH”
“jauh ga?”
“kalau jalan lumayan la, kalau naik kereta harus ada helm 1 lagi. Ada polisi tadi disitu”
“ga jadi la kalau gitu. Yang di sebelah CK itu atm BCA ya?”
“ya bang”
“udah la narik uang disitu aja”
“ya abang la itu”
Setelah itu bang Jeff langsung keluar menuju atm, sedangkan saya langsung memesan yang saya tuju tadi. Pesan dan langsung duduk manis melihat aktifitas di loket Barumun.
“bang, sate 1”
“oke”
Mari kita makan sate “makan lang” tawaran saya ke tulang Suhardi
“ya, lanjut la”
Tidak berapa lama bang Jeff kemudian kembali dan saya juga menawarkan hal yang sama
“sate bang”
“ya Yu, makasih. Kalau gak kena nasi gak nendang ini Yu”
“hahaha, iyelah”
Sambil makan, sambil cerita-cerita dan melihat kekonyolan tulang Suhardi menjahili salah satu kru bus Barumun. Setelah itu jam 18.00 kami pun berencana ke Warjan.
“Warjan aja kita yok” ajak tulang Suhardi
“ayoklah” kata saya
“yok, udah jam 6 juga” kata bang Jeff
Kemudian kami jalan menuju warjan. Dan sampai di sana ternyata sudah ada om CUP atau Chandra Utama Pane. Dan jadilah rame di warjan. Jam 18.30 Wib menjadi rame, ada bang Toink, Rezki, Sabda juga datang kemudia Abdianta Ginting. Bang Jeff kemudian memesan makanan andalan di warjan Indomie Warjan. Kami bercerita dan kemudian Abdianta juga pamit pulang, kemudian di susul Rezki yang pamit karena mau kuliah. Tak terasa bercerita sampai jam 7 lewat. Dan kami langsung menuju loket MH diantar rekan-rekan lain. Sampai di sana saya langsung memberikan tiket bang Jeff dan bang Jeff menaruh ranselnya di bangku bis dimana akan dia duduki. Setelah itu kami bercerita sebentar dan kemudian petugas check tiket langsung memanggil “yang keberangkatan ke pekanbaru jam 8, SE 2-1” Lalu kami langsung check tiket kami dan kembali bercerita. Emang dasar anak Medan Bisser, dimana-mana selalu eksis. Makanya kita langsung Wefie dan berfoto-foto. Penumpang lain sampai heran lihat tingkah kami. Ya cuek aja, namanya kami bismania.





Kemudian kembali lagi ada panggilan “perhatian, kepada penumpang kami keberangkatan jam 8 tujuan pekanbaru, agar segera menaiki busnya yang sudah terparkir di belakang” panggilan sekali. Kemudian panggilan lagi dari petugas check tiket “ayo yang berangkat jam 8, Pekanbaru SE 2-1. Naik-naik” yach panggilan ini membuat kami harus masuk bis. Gak bisa tenang dibuat petugas ini.
            Oke saatnya kita touring. Semoga touring kali ini lancar. Dan apalagi touringnya tidak sendirian. Karena ada kawan bercerita.


Duduk di bangku depan kami. Hot seat lagi, tapi sepertinya kami akan tertidur pulas ini. Hahahahahahaha. Sepanjang jalan hujan turun, buat ngantuk aja jadinya. Tidak berapa lama hp bang Jeff berbunyi. Dan bang Jeff kemudian berbicara kepada orang yang di telpon. Sepertinya saya mengenal suara itu, benar dugaan saya kalau itu bang Anggi. Saat ini bang Anggi ada di Malang untuk urusan bisnisnya. Karena bus Bintang Utara akan menambah unit baru dari karoseri Adiputro. Jetbus Setra SHD. Semakin ramai sepertinya Jalinsum nanti. Selain BU juga akan ada Makmur yang menambah armada.
            Dapat kabar dari bang Jeff kalau di Bagan Batu nanti ada juga teman Bismania Riau yang naik, yaitu si Gilang Pangestu. Karena hujan jadi bosan, mata pun mengantuk. Akhirnya saya dan bang Jeff lama-lama tertidur juga. Apalagi kena AC dari bis ini. Buat mata ngantuk. Sampai Perbaungan macet total karena pelebaran jalan. Jadi otomatis makin bosan, akhirnya kami tidur lagi deh. Tapi tiba-tiba kami tersentak karena penumpang di bangku tempel di depan yang ribut sekali, sudah ribut lebay pula, lengkap la sudah. Dasar cewek lebay, mau ke toilet bis aja sampe harus minta tolong sama kernet buat antar, alasan takut karena bis goyang saat berjalan. Yang namanya toilet di bis yang digunakan saat bis berjalan. Sudah itu dia tidur di smooking area. Ketika itu saya ke toilet juga, melihat dia di situ saya yang jadi enek banget karena kebisingan dia tadi membangunkan semua penumpang yang istirahat. Tidak berapa lama saya dari toilet bang Jeff juga ke toilet. Kemudian kami kembali terbangun dan sambil bercerita lagi.
            “Ranto.. Ranto.. “ kata kernet

bersambung..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar