My Trip My Adventure Episode 5 Bagian 5



Lalu kembali lagi si Bracha ini menampilkan skillnya. Walaupun dilewati bus lain seperti Barumun tadi, BPB, Bintang Utara. Tapi dilewatin semua. Lama-lama saya lihat bang Putra tertidur. Saya pun tertidur juga. Dan saya terbangun saat memasuki kawasan Labura (Labuhan Batu Utara). Saya melihat bang Putra lelap banget tidurnya. Biasanya ini belum jam bang Putra molor alias tidur. Mungkin karena bang Putra kelelahan. Lewat dari Aek Kanopan saya sengaja membangunkan bang Putra. Biar dia melek lagi.
“bang, udah lewat Aek Kanopan”
“ah, masi lama lagi. Ngapain kau bangunkan”
“hahahha, sengaja emang”
Lalu saya bertanya di mana posisi bang Sitohang.
“di Cikampek”
“Cikampak bang, bukan Cikampek”
“suka-suka yang buat la”
“ya pula ya. Hahahaha” kata saya
“udah dimana orang om?” kata bang Sitohang
“gak tau bang, sawit semua”
“tanya si Jupe”
“Jupe tidur dia”
“bah, cemananya”
“hahahahahaha”
“Pamingke bang” kata saya
“oke”
“SPBU yang di jalan baru Ranto itu apa namanya bang?”
“SPBU jalan baru”
“oke bang. Nanti Ayu kabarin lagi”
“oke”
Lalu tidak berapa lama bang Putra bangun.
“udah dimana kita Yu?”
“gak tahu Ayu bang di mana”
“udah dibubungi MTG?”
“udah bang. Tadi di Cikampak katanya. Cuma sekarang gak tahu”
“ooo. Minum Yu”
“ini bang” kata saya
“salak kita tadi mana?”
“itu di belakang”
“jangan lupa di bawa” kata bang Putra
“ok”
Lalu bang Putra makan salaknya lagi. Kelaparan benar emang. Hahahahaha. Paling nanti sampai Ranto cari lapak buat makan. Hahahaha. Touring gila ya gini. Apa adanya. Tidak berapa lama kami sampai Ranto.

“Ranto.. Ranto..” kata kernetnya
“ada bang” kata kami
Lalu kami menuju depan, karena kami akan turun sebentar lagi.
“awas jatuh” kata Supir 2
“ya bang” kata saya
Lalu kami duduk di tangga arah kabin dalam.
“turun dimana?” kata Supir 2
“di SPBU jalan baru bang” kata saya
“ooo”
Lalu tidak berapa lama kami sampai di SPBU yang kami tuju.
“ini kan?”
“ya bang”
“ok”
“makasih ya bang” kata saya dan bang Putra
“ok”
Lalu kami turun dan sebenarnya mau menuju ke Indomaret di SPBU tapi...
“yach tutup Yu” kata bang Putra
“ya, ga rezeki” kata saya
Lalu saya mengikuti bang Putra, dan ternyata bang Putra ke toilet. Saya juga memang mau ke toilet juga. Hahahaha, memang sejiwa kami. Abang dan adek stres.
“telepon MTG Yu” kata bang Putra
“ya bang, ini lagi Ayu hubungin”
Lalu saya mencoba menghubungi bang Sitohang, tetapi gak diangkat, sayaWA gak masuk.
“halo bang, dimana?” kata saya
“ arah ke Aek Nabara”
“kami udah di SPBU jalan baru ya bang”
“kami rencana lewat kota”
“sok kali, yakin emang lewat kota. Mana ada” kata saya
“ya lo. Gak percaya ini”
“ngomong la bang sama MTG”
“kau aja la”
“udah abang ngomong sama MTG. Masa mau lewat kota. Silap memang”

Bersambung...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My Trip My Adventure Episode 5 Bagian 4



Dan telepon bang Putra dengan si kakak berakhir. Dan seperti biasa saya kami selalu foto berdua untuk dokumentasi pastinya. Hahahahaha.




Kemudian saya buka sosmed dan buat status hanya di Line. Dan setelah itu bang Putra mengajak turun sebentar karena bis belum berangkat. Kami turun dan tidak berapa lama Reza pun muncul
“lha, kok tau kami di sini?” kata saya
“dari status kakak”
“status di mana?”
“di Line”
“oooo”
“mau ke mana orang kakak?”
“ke Ranto”
“naik Bracha ya”
“hehehehe” kata saya
Lalu Reza mulai aktifitas huntingnya, saya dan bang Putra juga begitu. Mumpung bis belum berangkat kita hunting dulu.






Dan sambil hunting dan cerita lagi, panggilan untuk berangkat mulai terdengar. Dan kami bersiap menaiki bis lagi.
“Za, jangan kasih tau siapa-siapa kami touring ya”
“ya kak”
“payah nanti Za”
“ya kak, aman itu” kata Reza
Lalu kami menaiki bis, tapi belum berangkat juga.
“lama kali. Udah setengah 7” kata bang Putra
“mungkin nunggu dari Brandan lagi”
“tapi lambat kali ini”
“tapi ya bang, kalau udah jam segini mana ada lagi yang di tunggu” kata saya
Tidak lama bis pun berangkat.
“kami touring dulu ya” kata bang Putra
“besok sampai Medan lagi” kata saya
Lalu saya memberitahu bang Sitohang kalau kami sudah bernagkat
“bang, kami udah berangkat”
“ok, naik Bracha ya”
“ya bang. Hahahahaha”
“oke, nanti kabarin aja”
“seep bang” kata saya
“depan yok Yu” ajak bang Putra
“nanti di depan ada orangya bang” kata saya
“gak ada itu ayoklah” kata bang Putra
Dan kemudian kami duduk di seat 2-3, karena di seat itu kosong. Hanya terisi 1 orang 1 bangku. Tidak berapa lama kemudian datang kru nya memberitahu kalau ada penumpang yang akan naik dan menduduki bangku tersebut. Lalu saya dan bang Putra pindah ke bangku semula.
“yach, kembali ke asal kita” kata saya
“ya, nanti kalau gak ada di situ pindah lagi kita” kata bang Putra
“nanti kena marah bang”
“ah, ngapain pula, kita kan ada tiket. Kecuali kita sarkawi”
“ya juga ya”
Kemudian kami cerita dengan bang Putra. Edisi cerita dimulai. Hahahahaha. Tapi tidak berapa lama bang Putra mengajak untuk pindah ke depan lagi.
“situ yok Yu” kata bang Putra
“yakin bang?”
“nanti ada orangnya”
“gak, nanti kalau ada orangnya pindah lagi kita”
Lalu kami duduk di seat 5-6 yang kosong bangkunya. Dan selanjutnya kami lanjut bercerita lagi. Dari mulai tentang kuliah sampai masalah touring.
“Jupe touring ya” kata koh Asrul via chat WA
“bang, engkong ini”
“apa katanya?”
“dia bilang abang toruing ya”
“balas la”
“ya bang. Kok tau abang” kata saya
“lihat instagramnya”
“ooo”
“jam berapa ayu pulang tadi?”
“jam 6 bang” kata saya sambil tertawa. Padahal saya juga touring dengan bang Putra
“oo, okelah” kata bang Asrul
 
Lalu tidak berapa lama, bang Putra mendapat pesan via BBM dari bang Toink
“poster” kata bang Toink
“lagi di jalan. Kenapa?”
“gak ke warjan”
“gak, touring aku”
“ke mana?”
“Pku” kata bang Putra, dan selanjutnya saya tidak tahu apalagi yang di bahas bang Putra dan bang Toink di BBM. Sepanjang jalan kami bercerita dengan bang Putra. Panjang cerita sampai masalah S2 di Unsri. Karena saya memang berniat untuk melanjutkan studi Magister jika ada rezeki.
Sampai tebing ada sewa yang naik. Dan dia heran melihat nomor bangkunya. Saya pun bertanya nomor berapa.
“bangku nomor berapa buk?” kata saya
“9-10” katanya
“di sini la” kata saya, tapi di bangku tersebut sudah ada yang menempati.
“sini.. sini” kata agen loket tersebut
“15-16” kata saya ke bang Putra
“salah bang, ini 9-10”
“gak ini”
“udah tau no 9-10 ini. Tapi ke 15-16”
“agen paok ya gitu” kata bang Putra
“hahahaha, ya sudahlah, biarkan saja. Udah salah set semua. Ibuk dibelakang ini mungkin bangkunya” kata saya
“ya. Tapi sudahlah” kata bang Putra
Lalu kami sambung cerita tentang masalah perwakilan bus yang ada di Palembang. Panjang juga cerita kami sampai tidak terasa sampai di rumah makan. Tapi bukan di Mega Sari seperti biasa. Kami berhenti di R.M. Bina Ria. Bus Medan Jaya juga berhenti disini. Lalu saya melihat bus Medan Jaya Nopin 20 dan saya mengenal krunya. Niat mau makan malah gak jadi. Jadi kami hanya foto dulu.












Lalu kami menuju pintu masuk rumah makan, tapi gak masuk untuk makan. Malah melihat bus Medan Jaya. Dan saya bertemu dengan kru MJ 20
“bang, mana abang yang satu lagi?”
“yang mana?”
“si India”
“ooo, gak masuk dia, cuti”
“ooo, penuh ya bang”
“ya” kata kru tersebut. Dan kemudian kru tersebut masuk ke dalam
“cak tanya kan berapa salak itu Yu” kata bang Putra, karena kebetulan ada yang jual salak pondok di situ
“bang, berapa salaknya” kata saya
“10 aja kak” kata abang penjual salak
“10 bang” kata saya ke bang Putra
“beli la”
“uangnya?” kata saya
“ini” kata bang Putra
“satu bang” kata saya
Dan kemudian kami berdiri sambil makan salak ini tentunya. Ya mau bagaimana lagi. Ini saja dulu untuk mengganjal perut sementara. 30 menit kemudian panggilan untuk masuk lagi le bus. Jadi kami kemudian masuk kembali ke bus.
“duduk di depan yok Yu” ajak bang Putra lagi
“nanti ada yang naik lagi bang”
“udah gak ada lagi itu”
“ayoklah” kata saya
Lalu kami duduk lagi di depan, dan saya kemudian bilang ke bang Putra
“kembali lagi duduk di tempat yang sama ya bang” kata saya
“hahahaha, ya duduk di sini lagi aku” kata bang Putra, karena yang lalu waktu pulang dari Pekanbaru bang Putra duduk di seat no 3. Dan kini bang Putra duduk lagi di seat itu. Lalu kami lanjut cerita lagi sambil makan dan melihat bus yang kami tumpangi di lewati oleh bus lain seperti Barumun nopin 595
“ah di lewatin kita bang”
“iya, sama cooler lagi”
“ya bang, sebentar itu, nanti dilewatin lagi” kata saya
Dan benar saja, tidak berapa lama Barumun di lewatin oleh Rapi ini.
“ya lewat dia”
“kalah power” kata bang Putra
“ya bang. Itu Cooler, ini Scania. Beda jauh la bang”
bersambung...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS