TRUE FRIEND !

TRUE FRIEND !
 1.      SAHABAT SEJATI

“Sahabat sejati bukan sekedar orang yang tiap hari bersama kita. Sahabat sejati bukan hanya orang yang ada ketika bahagia dan tertawa. Bukan pula orang yang selalu hadir ketika kita berduka”.

“Jika engkau perlu berteman dengan orang-orang, maka bertemanlah dengan orang-orang yang apabila engkau melayaninya, ia pun melindungi mu, dan jika berteman dengannya, ia mengasihimu. Jika engkau tidak mampu menggunakan hartamu, bertemanlah dengan orang yang apabila engkau berbuat baik kepadanya, ia pun membalasmu, dan jika engkau berbuat dosa ia pun mencegahnya. Bertemanlah dengan orang yang apabila engkau meminta sesuatu darinya, ia pun memberimu, dan jika engkau diam, ia pun menyapamu. Bertemanlah dengan orang yang apabila engkau berkata, ia benarkan perkataanmu, dan apabila engkau hendak melakukan sesuatu, ia pun menasihatimu, dan jika kalian bertengkar ia lebih mengutamakanmu”.(Nasehat Alqamah)

“Cermin memantulkan dengan jujur apa yang ada didepannya, apabila baik ditampakkan baik, buruk ditampakkan buruk. Maka hati-hatilah memilih teman, karena teman adalah cerminan dari sifatmu”.

“Manfaatkan persahabatanmu dengan siapa pun sebagai ajang belajar. Ketika berbicara jadikan itu sebagai latihan memperhalus tutur kata dan mempercantik budi bahasa. Jadikan temanmu sebagai salah seorang guru yang mengajarimu budi pekerti dan akhlak mulia”.

“Teman sejati bukan teman yang hanya datang ketika lagi butuh. Buka sekedar teman yang sering ngajak ngobrol, main bersama dan bersuka ria. Teman sejati adalah teman yang selalu berusaha untuk memberi. Ia memberi bukan hanya sekedar ketika diminta. Namun lebih dari itu, ia selalu mengerti di saat-saat sahabat mebutuhkannya”.

“Ketika perlu pertolongan, tiba-tiba datang orang membantu. Ketika berjalan sendiri terasa lelah, ternyata ada yang merangkul dan memapah kita. Ketika asa semakin tipis, ada saja yang datang memberi cinta”.
 2.      Gaul Beretika, Ya Iyya Lah !

“Ada orang yang dikenal karena pemikiran-pemikirannya. Kesabarannya tersirat dalam keteladanan dan persahabatannya. Bersahabat dengannya akan membentuk kancah belajar menjadi orang yang berani, arif, bijak dan sopan”.

“Sahabat adalah penentu, jangan tanya siapa aku. Tanyakanlah siapa sahabatku. Pasti kamu tahu siapa diriku”.

“Berikan kasih sayangmu pada orang lain, maka kamu akan disayangi. Berikan perhatianmu pada orang lain, maka kau akan mendapat perhatian. Berikan kepercayaanmu pada orang lain, maka kamu akan dipercayai”.

“Waspadalah, terkadang sahabat yang kita percayai, yang kita hormati dan yang kita hargai kemampuannya, bisa saja menusuk, menikam, melukai kita begitu dalam, sehingga untuk mampu memaafkannya kita harus benar-benar sabar terhadap teman tersebut”.

“Memberi sedikit dengan senyuman jauh lebih membahagiakan daripada memberi banyak dengan omelan dan muka masam. Berkata “Tidak” dengan halus lebih sedap dan enak didengar dibanding dengan kata “Ya” dengan kasar”.
3.      More Than Friend

“Senyuman memang sebatas gerakan bibir, tapi kemenangan-kemenangan dan kesuksesan besar seringkali dilahirkan dan dibesarkan olehnya”.

“Orang-orang yang menghadapi hidupnya dengan senyum ceria tidak hanya mampu mebahagiakan dirinya, bahkan lebih mampu mengerjakan tugasnya, lebih tabah dalam mengemban tanggung jawab dan lebih tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan menanggulani bermacam-macam problema, serta lebih profesional dalam mengemban urusan-urusan penting yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat”.

“Apakah kita harus ganti cermin dengan kaca jendela? Hingga kita bisa memperhatikan orang lain tanpa melupakan diri sendiri. Maka, pahamilah orang lain, maka kita akan lebih mudah berkomnikasi dan menyesuaikan diri dengan kondisi orang lain”.

“Keluarkan dan tunjukkan seluruh kemampuanmu, bukan untuk menjadi sombong dan bangga diri, tapi untuk mencapai kemajuan dan keberhasilan”.

“Dalam perkara prinsip berdirilah seperti batu karang. Dalam perkara selera berenanglah bersama arus”.(Thomas Jefferson)
4.      Genk Putih

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (Q.S. Al-Maa’idah: 2)

“Demi masa. Sesungguhya manusia itu benar-benat dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mencapai kesabaran”.(Q.S. Al-Ashr: 1-3)

“Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok atau majulah bersama-sama”.(Q.S. An-Nisaa: 71)

“Kebatilan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir”.(Ali bin Abi Thalib ra)

“Ketika kau dapat ilmu, ajarkan juga kepada kawan-kawan mu, berbagilah...
Ketika dapat pengalaman baru, berbagilah...
Ketika rezeki datang tak disagka-sangka, berbagilah...
Ketika bahagia menjelma di jiwa, berbagilah...
Bahkan ketika duka melanda, juga berbagilah...
Subhanallah, hidup bersama memang indah..”
5.      Getar Cinta Dijalan Suci

“Cinta tak terjangkau oleh kata-kata dan pendengaran kita. Cinta adalah lautan yang tak terukur kedalamannya”.(Jalaludin Rumi)

“Tidak sempurna iman seseorang diantara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”.(HR. Bukhari & Muslim)

“Orang yang Mencintai ga mengharap dapat apa-apa. Yang penting sudah memberi cinta. Itu sudah membuatnya bahagia. Walau cintanya sama sekali ga pernah terbalas. Pokoknya ia terus memberi dan memberi cinta. Kepada siapa saja, tak peduli kaya-miskin, cakep-jelek, tua-muda, apalagi kurus-gemuk”.

“Tak seorang pun pernah dihormati karena apa yang diterimanya. Kehormatan merupakan ganjaran untuk yang kita berikan”.(Calvin Coolidge)

“Cintailah setiap orang untuk mendapatkan cinta yang paling tinggi, cinta dari Sang Pemilik Cinta”.

“Kemenangan sejati bukanlah ketika kita menang lalu orang lain jadi pecundang, melainkan ketika menang orang lain tetap senang”.

“Cinta yang paling tinggi adalah cinta kepada Allah, kepada Rasulullah dan kepada Jihad fii sabilillah”.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Elemen Dasar Pada LAN

Elemen Dasar Pada LAN :
1. Hardware
2. Softrware

1. Hardware
    Hardware terdiri dari :
    a. PC
    b. NIC
    c. Kabel
    d. Hub
    e. Switch
2. Software
    Software terdiri dari
    a. Sistem Operasi
    b. Program Pendukung

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pengertian Pengajaran Berbantuan Komputer



Pengertian Pengajaran Berbantuan Komputer (PBK)
Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK) merupakan suatu cara/metode pembelajaran yang menggunakan aplikasi komputer sebagai media utamanya. Dengan kata lain, komputer sebagai penghubung antara siswa dengan guru. Semua materi berada pada komputer sehingga siswa bisa mengulang materi sesuai dengan tingkat kecepatannya dalam  menangkap pelajaran.
Pembelajaran Berbantuan Komputer adalah aplikasi komputer sebagai bagian integral dalam sistem pembelajaran terhadap proses belajar dan mengajar yang bertujuan membantu siswa dalam belajarnya bisa melalui pola interaksi dua arah melalui terminal komputer mau pun multi arah yang diperluas melalui jaringan komputer (baik lokal mau pun global) dan juga diperluas fungsinya melalui interface (antar muka) multimedia (Emithu, 2010).
Banyak istilah asing yang menafsirkan diri sebagai PBK, antara lain Computer Assisted Instruction (CAI), Computer Based Instruction (CBI), Computer Assisted Learning  (CAL),  Computer Managed Instruction  (CMI),  dan  Computer Based Education (CBE) (Alessi, 1991).

Karakteristik PBK
Ada dua karakteristik pada software pembelajaran berbantuan komputer sebagai patokan dalam membuat software pembelajaran tersebut, yaitu :
1. Karakteristik umum
2. Karakteristik khusus.

1.      Karakteristik Umum
Karakteristik umum adalah sifat  umum yang ada di setiap model pembelajaran, sehingga masing-masing model pun selalu ada dan melekat pada karakteristik umum ini.

2.      Karakteristik Khusus
Karakteristik khusus adalah karakteristik pengajaran berbantuan komputer yang mengacu pada masing-masing model. Sehingga akan didapatkan karakteristik yang berbeda-beda pada masing-masing model pembelajaran


Struktur dan Komponen PBK
PBK memiliki komponen-komponen antara lain:
-    Hardware, yaitu komputer dan piranti pendukungnya
-    Software, yaitu dapat berupa sistem operasi, aplikasi, atau modul program komputer untuk merepresentasikan materi perangkat ajar
-    Brainware, yaitu pembuat sistem, pengajar, atau siswa
Sedangkan struktur program yang dimiliki komputer antara lain:
-    Desain bentuk (aplikasi perangkat lunak)
-    Isi (pesan pembelajaran)
-    Pendukung (perangkat lunak yang dibutuhkan dalam pengoperasian program, teks, audio, video, grafis, dan sebagainya).
Keseluruhan komponen dan struktur diatas terintegrasi dalam sebuah program dengan memperhatikan kemudahan pengoperasian, interaktivitas, kemenarikan, dan dukungan perangkat evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman siswa.
Kategori PBK
secara garis besar, kategori PBK dibagi kedalam 2 kategori yaitu:
1.      computer-based training (CBT) dan
  1. Web-based training (WBT).
1.      Computer-Based Training(CBT)
CBT merupakan proses pendidikan berbasiskan komputer, dengan memanfaatkan media CDROM dan disk-based sebagai media pendidikan (Horton, 2000). Dengan memanfaatkan media ini, sebuah CD ROM bisa terdiri dari video klip, animasi, grafik, suara, multimedia dan program aplikasi yang akan digunakan oleh peserta didik dalam pendidikannya.
Dengan CBT, proses pendidikan melalui classroom tetap dapat terlaksana, sehingga interaksi dalam proses pendidikan dapat terus berlangsung, yang dibantu oleh kemandirian peserta didik dalam memanfaatkan CBT.


2.      Web-Based Training(WBT)
Web-based training (WBT) sering juga diidentikkan dengan e-learning, dalam metoda ini selain  menggunakan komputer sebagai sarana pendidikan, juga memanfaatkan jaringan Internet, sehingga seorang yang akan belajar bisa mengakses materi pelajarannya dimanapun dan kapanpun, selagi terhubung dengan jaringan Internet (Rossett, 2002).
Model-Model PBK dan Karakteristiknya
1.      Model Latihan dan Praktik 
a.       Uraian: Isi sudah diajarkan, tinjauan utama fakta dan istilah, variasi dari pertanyaan dalam banyak macam pola, pertanyaan/jawaban berulang-ulang selama diperlukan 
b.      Peran pengajar: mengatur terhadap pembelajaran lebih dulu, seleksi bahan, mencocokan latihan kepada pelajar/user, memeriksa kemajuan. 
c.       Peran komputer: meminta pertanyaan "mengevaluasi" tanggapan pelajar, menyediakan feedback langsung, dan mencatat kemajuan 
d.      Peran siswa: isi praktek sudah diajarkan, respon terhadap pertanyaan, menerima penegasan atau pembetulan, memilih isi dan tingkatan sulit.
Contoh: praktik pengenalan perangkat keras komputer
2.      Model Tutorial 
a.       Uraian: menyajikan informasi baru, konsep-konsep dan prisip-prisip pembelajaran, menyediakan pembelajaran remidial. 
b.      Peran pengajar: seleksi bahan, menyesuaikan pembelajaran, dan rnemantau. 
c.       Peran komputer: penyajian informasi, meminta pertanyaan, memonitor respon-respon, menyediakan feedback , meringkas kunci pokok, dan keep records (menyimpan catatan). 
d.      Peran pelajar: saling terpengaruh dan mempengaruhi komputer, melihat hasil-hasil, menjawab pertanyaan, dan meminta pertanyaan.
 Contoh: Siswa tidak mengerti terhadap materi yang disampaikan atau siswa ketinggalan memahami pelajaran, maka instruksi diberikan melalui teks atau grafik di layar beberapa saat kemudian siswa diberi soal-soal. Bila siswa menjawab dengan benar, komputer segera memperlihatkan blok instruksi berikutnya. Tetapi bila jawaban salah mengulangi kembali instruksi tersebut atau memberikan instruksi perbaikan, sesuai dengan kadar kesalahan.
3.      Model Permainan (Game) 
1)      Uraian: kompetatif, latihan dan praktek dalam pola motivasional, individu atau kelompok kecil 
2)       Peran pengajar: menaruh batasan, proses langsung, memonitor hasil-hasil. 
3)      Peran komputer: bertindak seperti saingan, hakim, dan pengawas score. 
4)      Peran siswa: mempelajari fakta, menilai pilihan-pilihan, bertanding dengan komputer maupun multi-user (bila terkait dalam jaringan)
Contoh: Dari sekian banyak bentuk permainan, yang dinilai berhasil adalah permainan memadukan gambar video dengan latihan-latihan yang diketik untuk meningkatkan kemampuan mengetik. Atuaran mainnya siswa yang menggunakan komputer harus mengetik dengan cepat dan benar semua kata yang muncul pada sudut layar supaya tidak terhapus oleh munculnya instruksi berikutnya.
4.      Model Simulasi
•    Uraian: mengira-ngirakan situasi kenyataan hidup didasarkan atas model senyatanya, individual atau kelompok kecil.
•    Peran pengajar: memperkenalkan persoalan, menyajikan latar belakang, memandu tanya jawab (wawancara).
•    Peran komputer: memainkan tugas, menyampaikan hasil-hasil dari keputusan, memelihara model dan databasenya.
•    Peran pelajar: latihan membuat keputusan, membuat pilihan-pilihan, menerima hasil dari keputusan, dan menilai keputusan.
Contoh: siswa pilot pesawat terbang dapat menggunakan simulasi pesawat terbang persis untuk melatih menerbangkan pesawat terbang serperti keadaan yang sebenarnya, sehingga siswa dapat merespon tekanan udara, ketinggian, dan aerodinamis untuk mengendalikan pesawat tersebut.
5.      Model Discovery dan Inquiry
•    Uraian: penyelidikan ke dalam database, pendekatan induktif, trial & error, dan tes hipotesis.
•    Peran pengajar: memperkenalkan problem pokok, dan memonitor kemajuan siswa.
•    Peran komputer: memperkenalkan siswa dengan sumber informasi, penyimpanan data, dan mengizinkan prosedur penelitian.
•    Peran siswa: membuat hipotesis, tes terhadap dugaan-dugaan/terkaan, mengembangkan prisip/aturan.
•    Contoh: dalam praktikum Ilmu Pengetahuan Sosial
6.       Model Pemecahan Masalah
•    Uraian: bekerja dengan data, informasi sistematik, kecepatan melakukan/memainkan dan ketelitian perhitungan.
•    Peran pengajar: menentukan masalah, dan memeriksa hasil-hasil.
•    Peran komputer: menyajikan masalah. memanipulasi data, memelihara database, dan menyediakan feedback.
•    Peran pelajar: menentukan problem, mengadakan cara penyelesaian, manipulasi variabel. dan trial & error.
•    Contoh: pemecahan masalah tentang algoritma, pemrograman komputer, kreativitas dan sebagainya.
7.       Metode dalam Pengorganisasian Materi Ajar
Dalam pengorganisasian materi ajar, ada beberapa metode yang digunakan, antara lain yang popular digunakan adalah: (Horton, 2000) 
a.       Classical Tutorial
Dalam classic tutorial seorang peserta didik memulai sebuah materi ajar dari pengenalan materi, kemudian melalui beberapa tahap proses sampai ke tingkat mahir konsep dan keahlian.
b.       Knowledge-Paced Tutorial
Pada sistem ini peserta ajar diajak untuk mempersiapkan materi ajar terlebih dahulu, kemudian dilakukan tes awal pada setiap topik materi, yang mana tiap tes merupakan peningkatan materi tes sebelumnya.
c.       Exploratory Tutorial
Dalam metoda ini, setelah menerima introduction, selanjutnya learner dapat mengakses halaman depan ekplorasi materi ajar. Dari sini dapat dilakukan pengkasesan linkeddocument, basis data ataupun knowledge space.
d.      Generated Lesson
Model generated lesson, merupakan metoda materi ajar yang tergantung pada kemampuan peserta ajar dalam menjawab tes dan kuisioner, pada awal materi yang akan menetukan materi apa yang akan diterima selanjutnya. Metoda ini lebih dikenal dengan sebutan individual learner, karena setiap peserta akan memperoleh urutan materi yang berbeda,tergantung dari hasil tes awal yang dilakukan.
Kelebihan dan Kekurangan PBK
A.    Kelebihan PBK
1.      meningkatkan interaksi
2.      individualisasi
3.      efektifitas biaya
4.      motivasi
5.      umpan balik
6.      kemudahan penyimpanan data
7.      keutuhan pelajaran
8.      kendali peserta belajar

B.     Kekurangan PBK
1.      butuh hardware khusus dan mahal
2.      sulit mengulang topik
3.      tergantung kepada kemampuan membaca dan visual
4.      grafik tidak realistik (tidak mewakili objek yang sebenarnya)
5.      butuh keterampilan pengembangan tambahan
6.      butuh waktu pengembangan yang lama
7.      kemampuan belajar insidental terbatas (sulit menambahkan materi baru sesuai perkembangan jaman
8.      kaku

Perangkat Ajar Dalam PBK
Perangkat ajar secara umum dibedakan menjadi empat kategori:
a. Tutorial (Penjelasan)
Tipe perangkat ajar ini digunakan untuk menyampaikan suatu materi pengajaran.



b. Drill And Practise (Latihan dan Praktek)
Jenis ini digunakan untuk menguji tingkat pengetahuan siswa dan mempraktekkan pengetahuan mereka, sehingga pembuatannya disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing siswa.
c. Simulation (Simulasi)
Pada perangkat ajar simulasi siswa dihadapkan pada situasi yang mirip dengan kehidupan nyata. Aplikasi simulasi digunakan untuk mempelajari objek yang rumit dan melibatkan banyak besaran yang saling berhubungan yang sulit dipelajari. Dunia nyata dipresentasikan dalam bentuk model dan kemudian dengan teknik simulasi siswa dapat mempelajari kelakuan sistem.
d. Games (Permainan)
Berdasarkan tujuan belajarnya jenis permainan dibagi menjadi dua tipe, yaitu:
- Permainan Instrinsik (Instrinsic Games)
   Mempelajari aturan permainan dan keahlian dalam suatu permainan (games).
- Permainan Ekstrinsik (Extrinsic Games)
   Permainan hanya sebagai perangkat tambahan sebagai fasilitas belajar dan membangkitkan motivasi siswa.
Perangkat ajar dapat diimplementasikan dalam tipe tertentu tergantung pada bidang pengajaran, sasaran yang ingin dicapai, dan siswa sebagai pemakai sistem. Pemilihannya tergantung pada materi yang akan dibahas, sebab antara materi dan alur pengajaran terdapat keterkaitan yang erat.
PRINSIP-PRINSIP PBK
prinsip-prinsip belajar yang diintisarikan oleh Rothwal (1961) sebagai berikut:
1. Prinsip Kesiapan (Readiness)
kondisi individu yang memungkinkan ia dapat belajar. Yang termasuk kesiapan ini ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, intelegensi latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar.

2. Prinsip Motivasi (Motivation)
Motivasi adalah suatu kondisi dari pelajar untuk memprakarsai kegiatan, mengatur arah kegiatan itu dan memelihara kesungguhan.
3. Prinsip Persepsi
Persepsi adalah interpretasi tentang situasi yang hidup. Setiap individu melihat dunia dengan caranya sendiri yang berbeda dari yang lain.
4. Prinsip Tujuan
Tujuan ialah sasaran khusus yang hendak dicapai oleh seseorang
5. Prinsip Perbedaan Individual
Proses pengajaran seyogianya memperhatikan perbedaan indiviadual dalam kelas sehingga dapat memberi kemudahan pencapaian tujuan belajar yang setinggi-tingginya.
6. Prinsip Transfer dan Retensi
“Belajar dianggap bermanfaat bila seseorang dapat menyimpan dan menerapkan hasil belajar dalam situasi baru”.
7. Prinsip Belajar Kognitif
“Belajar kognitif melibatkan proses pengenalan dan atau penemuan”. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam belajar kognitif.
   1.      Perhatian harus dipusatkan kepada aspek-aspek lingkungan yang relevan sebelum proses-proses belajar kognitif terjadi. Dalam hubungan ini pelajar perlu mengarahkan perhatian yang penuh agar proses belajar kognitif benar-benar terjadi.
   2.Hasil belajar kognitif akan bercariasi sesuai dengan taraf dan jenis perbedaan individual yang ada.
   3.Bentuk-bentuk kesiapan perbendaharaan kata, kemampuan membaca, kecakapan dan pengalaman berpengaruh langsung terhadap proses belajar kognitif.
   4.Pengalaman belajar harus diorganisasikan ke dalam satuan-satauan atau unit-unit yang sesuai.
   5.Bila menyajikan konsep, kebermaknaan dari konsep amatlah penting . Perilaku mencari, penerapan, pendefinisian resmi dan penilaian sangat diperlukan untuk menguji bahwa suatu konsep benar-benar bermakna.
   6.Dalam pemecahan masalah para pelajar harus dibantu untuk mendefinisikan dan membatasi lingkup masalah, menemukan informasi yang sesuai, menafsirkan dan menganalisis masalah dan memungkinkan berpikir menyebar (divergent thinking).
   7.Perhatian terhadap proses mental yang lebih daripada terhadap hasil kognitif dan afektif akan lebih memungkinkan terjadimya proses pemecahan masalah, analisis, sintesis dan penalaran.
8. Prinsip Belajar Afektif
“ Proses belajar afektif seseorang menentukn bagaimana ia menghubungkan dirinya dengan pengalaman baru”. Belajar afektif mencakup nilai emosi, dorongan, minat dan sikap.
9. Proses Belajar Psikomotor
Proses belajar psikomotor individu menentukan bagaimana ia mampu mengendalikan aktivitas ragawinya. Belajar psikomotor mengandung aspek mental dan fisik.
10. Prinsip Evaluasi
Jenis cakupan dan validitas evaluasi dapat mempengaruhi proses belajar saat ini dan selanjutnya. Pelaksanaan latihan evaluasi memungkinkan bagi individu untuk menguji kemajuan dalam pencapaian tujuan.

PEMBELAJARAN KONTRUKSIFISME
Menurut Mc Brein dan Brandt, 1997 kontruksifisme adalah pembelajaran/pendekatan berdasarkan kepada penyelidikan tentang bagaimana menuju belajar, banyakkan penyelidik berpendapat setiap individu memiliki pengetahuan dan menerima daripada orang lain.
Konstruksifisme adalah suatu paham bahwa murid membina sendiri pengetahuan/konsep secara aktif berdasarkan pengetahuan dan pengalaman. dalam proses ini murid akan menyesuaikan pengetahuan yang diterima dengan pengetahua yang ada untu membina pengetahuan baru.
DAFTAR PUSTAKA







  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS